Posts Tagged ‘ random ’

A Whole New World

Lama tak posting…
Dan sekarang sedang menjalani babak baru kehidupan.
New home, new workplace…
Di kota yang membuat ku harus mentolerir banyak hal
Cuacanya… Sampahnya… Banjirnya…

Dan tentu seorang teman baru
Yang setia menemani meski tak selalu ada di samping
Yang tak akan membalas meski kuhantamkan kepal tanganku keras-keras ke tubuh nya
Yang hanya membisu ketika teriak yang keluar dari mulut ku
Yang dengan tenang memungut kembali semua benda yang kulemparkan dengan amarah
Dan kemudian hanya memelukku erat-erat

Memang bukan teman yang sepenuhnya mengerti
tapi teman yang selalu berusaha memahami
Memang bukan teman yang sempurna
tapi teman yang tak lelah bertahan

Dan meski jalan di depan masih tak tampak
Mungkin bersamanya, dengan genggam tangannya
Langkah kaki ini tak akan berhenti
Yakin melangkah untuk mencari ridha Illahi…

Advertisements

Dreams are …

There is a quote from a webtoon creator/ author that I really like.

Journalists and office workers ask this question the most. As someone who has accomplished his dream, they ask me how I view them.
When I contemplate about it, I really wonder if I’ve accomplished a dream. The more I think abot it, I realize that this may not be true.

A dream isn’t about simply becoming a cartoonist, a scientist or a celebrity. These aren’t dreams. It’s about what you do in your position. I think that’s what a dream is. How a certain profession is fulfilled is more important than the profession itself.

I spent my 20s with so much yearning. I yearned excessively. I came to Seoul to draw as soon as I failed my college entrance exam. I went through rough patches and even slept on the streets. That’s how I lived. I somewhat had a desire for revenge. I was burned with a lot of anger. I was consumed with the thought of success. The cartoonist I dreamed of becoming was nice, humorous and cool. I dreamed of becoming an artist who produced great works. But the person I saw in the mirror was different from who my younger self envisioned. I realised that I became a monster. About being a cartoonist, I have to think about what words would describe me as a person.

I hope people will stop mistaking occupations for dreams. When ask children what their dreams are, I hope we don’t get an occupation for an answer. We should ask them what kind of person they want to be.

Continue reading

Manusia dan kesalahan – sebuah prosa

Manusia pernah membuat kesalahan.
Namun tidak semuanya mau mengakuinya.
Hanya sebagian dari yang mengakuinya mau menebus kesalahan mereka.
Dan hanya sebagian kecil yang mau memaafkan kesalahan yang dilakukan orang lain.
Padahal yang tidak dapat kita pungkiri adalah manusia pasti berbuat kesalahan.
Yang perlu dipahami hanyalah bahwa kita tidak tahu bilamana suatu ketika kita dihadapkan dengan suatu keadaan dan masalah yang membuat kita dapat melakukan kesalahan yang sama.
Meskipun keadaan dan masalah itu tidak lah sama.

Letters to my self

I wrote some letters to my self years ago. Surprisingly, its always comfort me. Maybe because I always find it when I face big trouble (actually its always): questioning future. First letter I wrote in 2006, my senior year of high school.
IMG_20150224_184328
Continue reading

HB Jassin; Lahir dengan Batin

Semangat… semangat
Selalu juga terdengar-dengar
Semejak zaman mulai beralih
Kalbu bangsaku berkobar lagi

Sejak dari air kecil di celah bukit
Hingga mengombak tinggi di lautan lepas
Demikian tamsil jiwa bangsaku
Di sini membersit, di sana menggelora
Continue reading

a spur of the moment

Suddenly I said to my self :
“Waktu berjalan bagai air yang mengalir di air terjun yang curam.. Akulah batu keras di pinggir jurang air terjun itu, terlalu takut untuk terjatuh, selalu menghindari risiko kesakitan, sehingga senantiasa tertinggal dan tak kunjung tiba di hilir untuk sampai ke laut”Image

Rethinking, redreaming, replanning

Today, tanggal 25 September 2013, seorang sahabat , yuni, telah menginjakkan kakinya di negeri Sakura, tepatnya di Tokyo dan akan belajar disana selama 2 tahun. Sedih? jujur aja, sama sekali enggak,, yang ada bangga dan bahagia. Kuliah di sana emang uda jadi mimpinya sedari dulu. Iri? yah, sedikit, mungkin kalau dia diterima di negara lain yang memang pengen banget kutuju gue bakal cemburu setengah mati. Tapi Jepang bukan tujuan utama, walaupun kapan hari pengen mampir ke sana.

Image Continue reading