HB Jassin; Lahir dengan Batin

Semangat… semangat
Selalu juga terdengar-dengar
Semejak zaman mulai beralih
Kalbu bangsaku berkobar lagi

Sejak dari air kecil di celah bukit
Hingga mengombak tinggi di lautan lepas
Demikian tamsil jiwa bangsaku
Di sini membersit, di sana menggelora
Continue reading

Advertisements

A woman’s heart

Just watched korean drama 아홉수 소년, unexpected good. It’s about men’s perspective about love. How they become slowly fall in love with a girl. My favorite quote is in episode 9 “The girl’s story”.

A woman’s heart is protected by layers of steel walls. So we ourselves don’t know what’s inside the walls or how to break them down. But our protected heart can change in the blink of an eye.
.
.
.
There is no special reason a woman opens her heart to a man. Sincerity that you feel with your whole body where no words or expressions are needed… that’s the only key that can open a woman’s heart.

Plus.Nine.Boys

Aftermath…

I was so nervous
I was so stupid
I was so careless
I was so rash
I was so annoyed with my self
I was so wrong
and I held back my tears so hardly

Until today I’ve been so down

Yesterday, a friend chatted on WA group and I was so surprised…

“temen labku dimarahi sensei waktu seminar, abis seminar dy pulang. looks like he’s crying”
kenapa dimarahi?
“yg kutangkep, intinya: `masa hal kayak gini d presentasikan di meeting, ditanya ini ga bisa jawab, ditanya itu ga bisa jawab` tp si bocahnya emang salah sih”

Wow, so similar with my experience last thursday.
Than I asked my friend “How are that friend doing now? Is he alright now?”

“abis dimarahi dia keluar
sorenya uda balik lagi
looks okay
move on
nangis terus move on”

.
.
.

Maybe I should do that too. Instead holding back tears and pretending to be okay, pretending to be strong… maybe all I have to do now is crying.
Sometimes, crying is the best thing to do, instead of running away.
Crying then moving on… I made mistake, and continuing making mistakes when I run away…

Serupa tapi tak sama

Nyari-nyari apa yang perlu di-posting, dan nemu notepad curhatan yang ditulis setahun yang lalu. Ini dia..

Hanya pendapat personal mengenai perbedaan pemikiran dalam organisasi-organisasi Islam. Hal ini juga dapat menjadi dasar pandangan mengapa mereka ada dan apa perbedaannya dengan aliran sesat yang kini kian marak.

Kelompok A vs Kelompok B
Kelompok A dalam sejarah merupakan kelompok pembaharu yang menegakkan prinsip Islam karena keadaan masyarakat yang terlalu becampur dengan umat agama lain, animisme dan dinamisme. Tapi perlu dikaji pula bahwa keadaan masyarakat saat itu berasal dari ajaran wali. Salah wali? Bukan. Jaman dulu wali mengajarkan tentang toleransi. Kalau ada yang masih ingat, daerah pantai utara seperti Kudus dan Pekalongan, kuliner khas daerah ini adalah soto yang hanya berbahan daging kerbau, walaupun saat ini mungkin sudah banyak yang menggunakan sapi. Namun alasan saat itu wali menganjurkan hanya menggunakan kerbau, adalah untuk menghormati umat Hindu. Apa kaum muda sekarang tahu? Tentu saja tidak. Yang keukeuh memegang tradisi menganggap kewajiban (saat ini sudah pudar), tanpa tahu sejarah asal mulanya, sedangkan yang melihat, menganggap kelompok tersebut mengkultuskan bahwa memakan daging sapi adalah haram. Padahal alasan wali sendiri semata-mata untuk menjaga perdamaian dan berdakwah dengan lembut. Toh saat ini terbukti Islam telah tersebar merata ke seluruh Pulau Jawa. Bayangkan kalau saat itu wali tidak bertoleransi dan Islam tidak dikenal sebagai agama yang membawa kedamaian, saya yakin masyarakat saat itu akan kesulitan menerima ajaran Islam. Continue reading

2014 yang berlalu

Ternyata uda setahun lebih nggak ngeblog (;¬_¬) Tahun 2014 adalah tahun yang santai tapi cukup melelahkan buat rohani. Lets do something better this year! Become better “woman”, muslim, daughter, friend, student, gardener, cook, and postcrosser. Target: Bulan 6 uda bergelar S2, menemukan jodoh dan segera menikah, and found something “big” to do. Amin amin amin Ya Rabb (˘ʃƪ˘)

a spur of the moment

Suddenly I said to my self :
“Waktu berjalan bagai air yang mengalir di air terjun yang curam.. Akulah batu keras di pinggir jurang air terjun itu, terlalu takut untuk terjatuh, selalu menghindari risiko kesakitan, sehingga senantiasa tertinggal dan tak kunjung tiba di hilir untuk sampai ke laut”Image

Rethinking, redreaming, replanning

Today, tanggal 25 September 2013, seorang sahabat , yuni, telah menginjakkan kakinya di negeri Sakura, tepatnya di Tokyo dan akan belajar disana selama 2 tahun. Sedih? jujur aja, sama sekali enggak,, yang ada bangga dan bahagia. Kuliah di sana emang uda jadi mimpinya sedari dulu. Iri? yah, sedikit, mungkin kalau dia diterima di negara lain yang memang pengen banget kutuju gue bakal cemburu setengah mati. Tapi Jepang bukan tujuan utama, walaupun kapan hari pengen mampir ke sana.

Image Continue reading