Dari Mata Turun ke Hati

Lamaaa nian gag posting cerita paska nikah…

Sedikit share cerita membosankan tentang misua tercinta… terinspirasi dari cerita mengharukan http://www.echaimutenan.com/2016/11/pahlawanku-itu-kamu-suamiku.html

Minggu ini adalah minggu penuh kegalauan…

Beberapa hari yang lalu, seperti biasa rutin checkup ke puskesmas. Setelah diubek2 lama sama mahasiswa akbid yang lagi magang, bidan akhirnya turun tangan. Kemudian disuruhlah saya duduk dengan tenang… “Mbak, ini sungsang… Kalo ada keajaiban, coba minggu depan checkup lagi, kalo sudah kembali posisinya berarti bisa lahir dengan normal, kalo nggak ya pasti ini harus operasi…”

Shock berat…

“Tapi coba aja sering sujud dulu, sambil sholawat, siapa tahu masih bisa, kuasa Allah siapa yang tahu…”

Saya diem aja… Cuma ada galau berkecamuk di dada. Misua yang ada di belakang, agak nggak ngeh dan malah tulalit, “Kembali lagi bulan depan bu bidan?”. “Minggu depan mas!!”

Berikutnya saya cuma diem aja dalam perjalanan ke tempat kerja. Misua yang akhirnya ngeh dijelaskan bu bidan tadi jadi ikut simpati…

“Aku mau ke dokter sekarang, tanya lagi sama dokter saja”. Misua meng-ok kan dan kita ke dokter spog tempat kita konsultasi sebelumnya (sudah pernah 2 kali usg di situ). Tapi nasib, ternyata dokternya ke luar kota dan baru kembali beberapa hari lagi. Akhirnya kita jalan lagi melanjutkan perjalanan ke tempat kerja…

“Ayo makan siomay” katanya. Dan kita muter dan cari siomay bandung nomor satu di Samarinda. Makan siomay dan sop buah membuat perasaan ku sedikit membaik ditambah sholat dhuha di masjid dekat situ, alhamdulillah bertambah tenang…

Sepanjang hari di tempat kerja cuma merenung, dan browsing2 segala macam cara agar memperbaiki posisi sungsang…

Sorenya, saat perjalanan pulang, dari mulut ini cuma keluar kegalauan dan uneg2. “Ayo ke dokter lain aja sekarang”, kata misua. Agak kaget juga dengan inisiatifnya itu, dan langsung kusetujui.

Dokter spog satu ini agak banyak pasiennya, dan kita mengantri cukup lama… Di situ suamiku mengajak banyak bercanda. Mulai dari ngukur tinggi badan dan cek tinggi2an mana disesuaikan berat badan, sampai pura2 nempelin upil ke tanganku. Membuatku kesal dan tertawa… dan lupa dengan segala kekhawatiran…

Kemudian namaku pun dipanggil… Sesi konsultasi dengan dokter pun berjalan lancar. Yang intinya, masih sama, masih sungsang dan kemungkinan besar tidak bisa lahir normal. Tapi sama seperti bidan puskesmas, dokter bilang supaya tetap mencoba sujud/ nungging, toh gag ada ruginya, siapa tau baby nya tiba-tiba muter sendiri.

Masih kecewa, dan cuma pengen nangis aja… “Gag apa usaha aja, nanti kutemani” kata misua.

Malamnya tetap mencoba nungging sekuatnya. Dan di sampingku ada yang ikut nemanin nungging di samping. Kita berpandang-pandangan sambil nungging. Dan kita tertawa bersama (sambil nungging, haha)… Dan tak terasa airmata menetes karena haru. Momen itu, ntah kenapa tidak bisa terlupakan sampai saat ini. Hatiku tenang, penuh syukur…
Dan sekarang tinggal hari-hari nunggu lahiran…
Anakku, sehat-sehat ya… Senantiasa dalam perlindungan Allah ya Nak

Misua, terima kasih ya… Mungkin dulu aq tak mengenalmu, kemudian tersipu-sipu saat kamu pertama datang ke rumah. Sekarang, aq tak ragu menyayangimu, sayangku karena Allah. Bersyukur karena Allah mempertemukan kita…

Advertisements
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Advertisements
%d bloggers like this: