Dreams are …

There is a quote from a webtoon creator/ author that I really like.

Journalists and office workers ask this question the most. As someone who has accomplished his dream, they ask me how I view them.
When I contemplate about it, I really wonder if I’ve accomplished a dream. The more I think abot it, I realize that this may not be true.

A dream isn’t about simply becoming a cartoonist, a scientist or a celebrity. These aren’t dreams. It’s about what you do in your position. I think that’s what a dream is. How a certain profession is fulfilled is more important than the profession itself.

I spent my 20s with so much yearning. I yearned excessively. I came to Seoul to draw as soon as I failed my college entrance exam. I went through rough patches and even slept on the streets. That’s how I lived. I somewhat had a desire for revenge. I was burned with a lot of anger. I was consumed with the thought of success. The cartoonist I dreamed of becoming was nice, humorous and cool. I dreamed of becoming an artist who produced great works. But the person I saw in the mirror was different from who my younger self envisioned. I realised that I became a monster. About being a cartoonist, I have to think about what words would describe me as a person.

I hope people will stop mistaking occupations for dreams. When ask children what their dreams are, I hope we don’t get an occupation for an answer. We should ask them what kind of person they want to be.

Continue reading

Manusia dan kesalahan – sebuah prosa

Manusia pernah membuat kesalahan.
Namun tidak semuanya mau mengakuinya.
Hanya sebagian dari yang mengakuinya mau menebus kesalahan mereka.
Dan hanya sebagian kecil yang mau memaafkan kesalahan yang dilakukan orang lain.
Padahal yang tidak dapat kita pungkiri adalah manusia pasti berbuat kesalahan.
Yang perlu dipahami hanyalah bahwa kita tidak tahu bilamana suatu ketika kita dihadapkan dengan suatu keadaan dan masalah yang membuat kita dapat melakukan kesalahan yang sama.
Meskipun keadaan dan masalah itu tidak lah sama.

We Almost Fly – She remembers, he forgets OST (with English translation)

My fav OST / theme song from Hongkong movie “She remembers, he forgets (哪一天我們會飛)”. The title is translated to “We Almost Fly” but I think the English version is “We are Young” (correct me if i am wrong please). The singer is 黃淑蔓 or Feanna Wong.

《差一點我們會飛》

鼓起這勇氣 跨出這距離
差一點我們也會飛
你笑容 早應已逝去
當初的沖天志 有沒有踐踏碎
是哪些 不能言傳的夢
才令我 闖蕩在 未知裡
就算知 歲月已經歸不去
仍邁步前往 向大世界出去

仍然要相信 這裡會有想像
求時間變慢 不想迫於成長
未了願 我替你 朝浪濤吶喊
聽聽有沒有被迴響
青春怎會零創傷

為何要相信 這裡會有希望
在最後 盼我會 像拍翼鳥悠晃
擁抱著 微風 沿途在看
哪裡 會發現曙光

向前行 攜手行 趁青春要奮進
不可辜負眼前好時光
向前行 由今天 承諾我目標
為世界美好多一點 付出所有

仍然要相信 這裡會有想像
求時間變慢 不想迫於成長
未了願 我替你 朝浪濤吶喊
聽聽有沒有被迴響
青春怎會零創傷

向前行 攜手行 趁青春要奮進
不可辜負眼前好時光
向前行 由今天 承諾我目標
為世界美好多一點 付出所有

[We Almost Fly]

Take some courage and go the distance
We can almost fly away
Your smile should’ve been gone long ago
Has all the old days of ambition been destroyed?
What are the dreams which cannot be put into words
that make me wander into the unknown?
Even if l knew, I can’t go back in time
Take the step towards the rest of the world

We still have to believe that there is imagination
Hoping that time would slow down,
and we won’t grow up
All those unfinished wishes,
l’ll yell it to the ocean for you
Listen out for the echo
Who could leave no scars in the days of youth?

Why should we still believe that there is hope?
l wish that I could spread my wings like a bird
Hugging the wind during my journey
Where can I find the light of daybreak?

Going forwards together hand in hand,
while we’re young
We can’t let go of the good times ahead
From today, we make a promise to our goals
For the better world
We’ll give our all

We still have to believe that there is imagination
Hoping that time would slow down,
and we won’t grow up
All those unfinished wishes,
l’ll yell it to the ocean for you
Listen out for the echo
Who could leave no scars in the days of youth?

Going forwards together hand in hand,
while we’re young
We can’t let go of the good times ahead
From today, we make a promise to our goals
For the better world
We’ll give our all

———-

Please help me to add pinyin or jyutping romanization of this lyrics so we (who cant speak chinese can sing along this song). Thank you

Kekkon Shinai’s Flowers

Reaallyy love this drama!!!
This is the list of flowers in Kekkon Shinai and their meanings (hana kotoba)

  1. Gerbera (Gerbera jamesonii) – “One step”
    ep 1 gerbera - one step
  2. Aster (Aster tataricus) – “Love is believing”, another meaning I found on the internet is “I won’t forget you”
    ep 2 aster - love is believing
  3. Lenten roses (Helleborus orientalis) – “The one you cerish, the one you’re firm friend with”
    ep 3 lenten roses - the one you cerish the one youre firm friends with
  4. Continue reading

me and my weak mentality

someone I know, became so strong after being bullied and underestimated
as people are so various
I know I am the opposite of him
I hold back my tears, but sometimes, my heart just cant hold to beat fast
pain in this heart really make me want to stop trying, sometimes to stop living too
I know, that was a bad idea
evil idea
I still have Allah though, with this faith, I stand up
lets be stronger, Vina

thanks Heart, for beating everyday, for being synchronized with my mind
Thank for keep me trying and alive

lets face it, maybe still with weak heart
but definitely with some stronger determination
lets continue, to the very end, until this heart stops beating

Kata-kata lembut

Nayla, keponakanku, sudah menginjak usia 8 tahun, tapi disuruh sholat sulitnya bukan main. Sekarang-sekarang ini (setelah Ramadhan) sudah mulai gag pernah bolong lagi, tapi teteeep aja nundanya lama banget dan seringnya sampai waktu sholat hampir/ sudah habis. Mama dan papanya Nayla (dan orangtuaku) selalu ngingetinnya dengan ucapan keras dan nada penuh jengkel, sayapun juga sama. Tapi saya pikir-pikir, peringatan dengan nada jengkel sama sekali tidak mempan buat Nayla (yang mungkin juga sama tidak mempan buatku juga /mempan cuma sebentar). Jadi harus ada cara lain. Saya tahu betul, ingatan Nayla sangat kuat terutama ketika dia mendengar cerita yang menarik, sindiran yang mengundang senyum, dan cerita perumpaan yang logis, so saya ingin menerapkan ini dengan mengurangi rasa jengkel dan nada bicara saya.
Pagi ini Nayla sholat subuh. Jam 7.30. Ketika mulai memberi nasihat “Nayla, lain kali gag boleh lo seperti ini, sudah terlambat ini”. Dan dia mulai beralasan; gag dibangunin lah, di rumah biasa begitu lah. Saya muter otak dengan apa yang harus saya katakan, entah datang inspirasi darimana, sepersekian detik kemudian mulut saya terbuka:

Nayla, kalau sholat terlambat dari waktunya, itu seperti kalau kamu terlambat menyelesaikan soal ulangan di sekolah, teman-teman kamu sudah selesai, sudah dikumpulkan jawabannya dan pulang, tapi kamu belum sendiri. Tahu apa yang terjadi kemudian? Kamu tetep bisa ngumpulin jawabanmu, tapi nilaimu nanti tidak dihitung dan tidak bisa masuk rapor. Akhirnya gag naik kelas deh.

Nayla terpancing dengan kata-kata saya. “Tapikan kalau gag sholat gag ada hubungannya dengan naik kelas?”. Jawaban saya: ” kalo sholat, bukan nilai ulangan yang dihitung, tapi pahala. Jadi bukan gag naik kelas, tapi nanti gag bisa naik ke surga Allah”.
Aw aw aw, so sweet ya, haha. Semoga berdampak baik buat Nayla. Keuntungan lain dari kata-kata lembut ini adalah kata-kata ini bahkan bisa menohok si orang yang ngomong. Diri sendiri tersindir, ouch…
Bagaimana? Kata-kata lembut jauh lebih baik kan? daripada dengan kata-kata bernada tinggi yang datang karena rasa jengkel yang seringkali sejenak menghilangkan kesadaran kita. Mau bukti? Berapa banyak orang tua di dunia ini yang cepat-cepat nyuruh anaknya mandi karena terburu-buru akan pergi bersama ke suatu tempat (misal janjian reuni atau mau belanja keburu siang) tapi gag sadar bahwa di waktu lain ketika orang lain berada di situasi sama dengannya, sikapnya sama persis dengan sikap anaknya yang merasa bahwa situasi itu tidak mendesak untuknya. Kalo inget tentang anak-anak, jadi inget novel Little Prince (banyak banget hikmahnya tentang bagaimana orang dewasa bersikap dibanding anak-anak).
Anak-anak itu selalu benar kawan, yang bikin dia salah itu karena dia tidak tahu. Tidak tahu kalau sesuatu itu tidak boleh dilakukan, tidak boleh ditiru, tidak boleh ditinggalkan, tidak bisa membedakan situasi kapan sesuatu itu boleh dilakukan, dll. Sedangkan kita orang dewasa yang serba tahu, sering sengaja melanggar dan berbuat salah…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.